LOGO BALAI LATIHAN KERJA DISNAKER
Beranda > Artikel > Triple Sugar Iron Agar(Tsia)
Artikel

TRIPLE SUGAR IRON AGAR(TSIA)

Posting oleh labkesdalobar - 5 Juli 2022 - Dilihat 203 kali

Hai rekan-rekan semuanya..........

Bahasan kita hari ini mengenai TSIA yang digunakan dalam perbenihan gula-gula panjang IMViC untuk identifikasi bakteri gram negatif batang yang merupakan didominasi oleh enterobacteriaceae. Tripel artinya menggunakan 3 buah gula (glukosa, laktosa dan sukrosa), Iron menggunakan indikator besi untuk deteksi sulfida dari H2S. Nampak warna merah dan kuning pada media setelah diinkubasi dengan bakteri tersebut diatas, bahkan ada noda hitam dan media terangkat.

Secara umum media TSIA ini untuk membedakan bakteri yang memfermentasi glukosa dan laktosa/sukrosa atau semuanya atau hanya glukosa, untuk melihat adanya produksi gas H2S dari indikator besi dan juga untuk melihat adanya produksi gas CO2 serta terakhir melihat adanya metabolisme (katabolisme) dari pepton.

Indikator fenol red sebagai penanda perubahan pH dari alkali menjadi asam sehingga berwarna kuning. Ammonium ferri sitrat sebagai indikator adanya sulfida (gas H2S) berupa warna hitam. Terangkatnya media padat disebabkan produksi gas CO2 oleh proses metabolisme bakteri. Sementara adanya warna merah pada dasar disebabkan oleh katabolisme pepton menjadi produk alkali sehingga indikator tetap berwarna merah.

Nah, bagaimana hubungan ilustrasi gambar dengan reaksi metabolisme fermentasi bakteri??

Mari kita uraikan satu persatu dengan bahasa ringkas:

1. A/A: Kondisi asam lereng dan dasar, terjadi fermentasi glukosa dan laktosa/sukrosa. Jadi bakteri mampu fermentasi ketiga gula dalam media menjadi produk asam.

2. A/A Gas: Terjadi fermentasi glukosa dan laktosa/sukrosa oleh bakteri ditambah produk gas dengan fisik media akan terangkat ke atas dari dasar tabung.

3. A/A H2S: Terjadi fermentasi glukosa dan laktosa/sukrosa oleh bakteri ditambah gas H2S berwarna hitam.

4. A/A: terjadi fermentasi glukosa dan laktosa/sukrosa oleh bakteri ditambah produk gas H2S dan gas CO2. (Gabungan no.2 dan 3)

5. A/K: Terjadi fermentasi glukosa dan juga gula lain sehingga lereng kuning, katabolisme pepton menjadi produk alkali pada dasar tabung yang berlebihan sehingga pH alkali lebih dominan.

6. K/A: Hanya fermentasi glukosa, tanpa fermentasi gula lain, pepton dimetabolisme namun pH lebih asam.

7. K/A Gas: hanya fermentasi glukosa dan gas diproduksi.

8. K/A H2S: Hanya fermentasi glukosa dan produksi H2S berwarna hitam.

9. K/A gas dan H2S: Hanya fermentasi glukosa, produksi gas dan H2S.

10. K/K: Tanpa fermentasi gula, pepton dimetabolisme dalam suasana aerob atau anaerob.

Menurun banyak kebiasaan hasil maka umumnya hanya nomor 1, 2, 6, 7, 8 dan 9.


Banner