LOGO BALAI LATIHAN KERJA DISNAKER
Beranda > Artikel > Filosofi Pohon Bambu
Artikel

Filosofi Pohon Bambu

Posting oleh lingsarlobar - 4 Juli 2022 - Dilihat 138 kali

Siapa yang tak mengenal pohon bambu, pohon yang memiliki beragam manfaat bagi manusia itu ternyata menyimpan filosofi besar jika direnungi. Pada lima tahun awal pertumbuhannya, pohon bambu tidak akan menampakkan perkembangan yang besar.

Walaupun disiram dan diberi pupuk setiap hari, pohon bambu hanya akan bertumbuh dalam hitungan sentimeter. Tapi setelah lima tahun berikutnya, pohon bambu akan menunjukkan pertumbuhan yang begitu pesat. Pohon bambu akan tumbuh hingga belasan meter dalam waktu beberapa tahun saja.

Lalu, apa yang sebetulnya terjadi pada pohon bambu di lima tahun pertama pertumbuhunnya?

Ternyata selama lima tahun pertama, pohon bambu mengalami pertumbuhan besar pada akarnya. Pohon bambu pada awal pertumbuhannya mempersiapkan pondasi kuat untuk menopang batang-batang besar di kemudian hari.

Jika kita mengalami sebuah masalah dalam kehidupan, entah itu hambatan, penolakan, kegagalan, dan sebagainya bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan. Melainkan kita sedang mengalami pertumbuhan besar di dalam diri, sehingga hal tersebut jarang terlihat oleh fisik luar.

Kita sedang menyiapkan diri untuk menghadapi masalah-masalah besar dikemudian hari, belajar dari masalah yang telah lalu, dan membuat rencana menghadapi tantangan besar ke depannya.

Ketika pohon bambu diterpa angin yang kencang, diterpa badai yang besar, pohon bambu akan menunduk dan ketika badai itu berlalu, pohon bambu akan berdiri tegak seperti sebelumnya. Sama halnya seperti perjalanan hidup manusia yang tak pernah lepas dari cobaan, namun hanya mereka yang berpijak pada keteguhan hati yang dapat melewatinya.

Selama tidak ada kata menyerah, selama itu pula kita terus tumbuh. Bagaimanapun setiap pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Belajarlah menjadi seperti pohon bambu yang kuat, namun fleksibel mengikuti hembusan angin.

Sumber : https://www.laduni.id/post/read/73421/filosofi-pohon-bambu


Banner