LOGO BALAI LATIHAN KERJA DISNAKER
Beranda > Artikel > Fakta-Fakta Glukosa Darah
Artikel

FAKTA-FAKTA GLUKOSA DARAH

Posting oleh labkesdalobar - 4 Juli 2022 - Dilihat 129 kali

Kali ini kita akan membahas seputar fakta tentang Glukosa darah,terkait dengan persiapan dan pra analitik.

  1. Serum atau plasma harus segera dipisahkan dari sel-sel darah,sebab eritrosit dan leukosit akan merombak glukosa untuk metabolismenya.
  2. Darah berisi banyak leukosit secara artefisial menurunkan kadar glukosa.
  3. Pada suhu lemari es,kadar glukosa dalam serum bertahan 24 sampai dengan 48 jam,tanpa kontaminasi bakteri,lebih tahan lagi.
  4. Kadar glukosa kapiler lebih tinggi 7-10% dari vena,bila kondisi vena puasa mungkin perbedaan ini lebih rendah.Kondisi sehabis makan dapat terjadi perbedaan lebih lebar lagi mencapai 20-30 mg/dl.
  5. Sebaiknya pemeriksaan glukosa dilakukan kurang dari 1 jam untuk hasil paling terbaik.
  6. Penggunaan NaF menghambat glikolisis oleh sel darah.
  7. Standar Ideal makan 2 jam PP sepiring nasi untuk buka puasa,sementara makan sayur dan sepotong roti tidak memberi makna peningkatan kadar glukosa darah.
  8. Merokok,trauma,stress dapat meningkatkan kadar glukosa darah.
  9. Aktifitas fisik berat dapat menurunkan kadar glukosa darah sebelum uji laboratorium.Sebaiknya jangan berolah raga.
  10. Metode gold standar untuk pemeriksaan glukosa darah menggunakan Heksokinase bukan GOD-PAP.Heksokinase menggunakan teknik enzimatik dan reaksi khas,sementara sistem GOD-PAP teknik endpoint,yang mana reaksi pertama spesifik,reaksi kedua H2O2 rawan tercemar dan interferensi.
  11. Glukosa merupakan gula tunggal dalam darah sebagai sumber energi tubuh dalam proses metabolisme.
  12. Glukosa darah diatur naik turunnya oleh 2 hormon utama yaitu Insulin dan Glukagon.Insulin menurunkan kadar glukosa,sementara glukagon menaikkan kadar glukosa.
  13. Dalam kondisi tidak aktif,Proinsulin harus dipotong menjadi 2 bagian,yaitu insulin aktif dan C-peptida.Insulin aktif ini yang akan dipakai oleh sel untuk melakukan metabolisme glukosa.
  14. Residu C-peptida dalam laboratorium digunakan untuk menentukan status kadar insulin endogen pasien membedakan DM tipe 1 dan 2. 

 

Sumber :Ahmad Ripani Musyaffa

 

 


Banner